2015/04/30

literasi dibalik bangku



Manusia yang tidak pernah mati adalah manusia yang membaca dan menulis. Jasad manusia sah-sah saja untuk Hilang badan berganti tulang tetapi Tulisan tidak akan tenggelam selama Tulisan tersebut masih memberikan mamfaat untuk umat manusia. Itulah yang membuat sederet Manusia dengan karyanya akan kekal abadi hingga waktu yang tak terbatas. Sebut saja Imam Al-ghazali dengan karyanya Ihya Ulumuddin, Ibnu khaldun (Mukaddimah), Sayyid Quthb (Tafsir Fi Zilalil Quraan), Aid al-Qarny (La-Tahzan), Buya Hamka (Tafsir Al-azhar), M.Natsir (Fiqhud dakwah), Micheal Hert (100 Tokoh Berpengaruh didunia), Cindy Adams (Otobiografi Bung karno penyambung Lidah rakyat), dan lain-lain akan dikenang ratusan hingga ribuan tahun.

‘’Nun demi kalam dan apa yang mereka tulis (Qs. Al-Qalam 68:1). Manusia dianjurkan untuk membaca lalu menuangkannya lewat tulisan. Konon ceritanya para sahabat rasalullah selalu mencatat perkataan dan tindakan beliau sehingga buah dari tulisan tersebut menjadi pegangan erat kehidupan manusia sesudah Al-quraan yaitu Hadist.

Membaca dan menulis adalah Tabiat yang meyenangkan selain menjadikan penulisnya kekal abadi, membaca menulis juga dapat meningkatkan daya otak, intelektual, ide, gagasan, narasi, pengetahuan dan wawasan serta darjat seseorang dimata tuhan tak terkecuali pundi-pundi rupiah segera mengalir dengan derasnya kekantong-kantong penulis. Novel laskar pelangi Andrea Hirarta, catatan hati seorang istri asma nadia, ayat-ayat cinta habiburrahman el-shirazy, kupinang  kau dengan basmallah fauzi adhim adalah contoh dari sekian Penulis Indonesia yang merasakan kesegaran royalti dari tulisannya.

Membaca dan menulis mengingatkan punulis pada seorang pemimpin sederhana yang sangat dicintai rakyatnya, ialah Bung Hatta. Masih merekat erat diingatan kita ketika Beliau menginjakan kaki ditanah air setelah Menyelesaikan Studinya di negeri kincir angin. Beliau membawa tujuh belas peti. Satu diantarnya berisi pakain sedangkan enam belas sisanya berisi buku-buku Bacaan Itulah Bung Hatta. bung hatta dikenal gemar membaca dan menulis sampai-sampai buku karyanya yang berjudul Alam Fikiran Yunani menjadi mahar menikah beliau dengan sang Istri. Yang tak kala hebatnya Beliau Naik Haji dibiayai oleh buku-bukunya bukan Hasil dari Gajinya yang memang tidak diterimanya sebagai wakil presidet Republik Indonesia. Maka membaca dan munulislah Tak kan kau temukan yang lebih berarti dari itu untuk peradaban dirimu, Bangsa Negara dan Agama .


Hingga akhirnya kebiasaan membaca dan menulis Harus disemayamkan pada diri setiap Manusia Indonesia tak Terkecuali Penulis yang Memulai Literasi (membaca dan Menulis) Dibalik bangku kuliah. Maka membaca dan  Menulislah !!

No comments:

Post a Comment