
Khemar adalah seeokor binatang yang memiliki kecerdasan. Tidak pernah tertumbuk Batu, kayu yang sama. Apalagi terpeleset disebuah tempat, jalan. Maka khemar tidak akan pernah melewati objeck itu. Binatang yang menyerupai kuda tetapi dengan tubuh yang lebih kecil ini, disebut-sebut sebagai binatang yang tidak pernah mengulang-ulang kesalahan.
Mengingat perjalanan bangsa Indonesia yang luar biasa. rasanya, menjadi malu. Kesalahan-kesalahan dihari lalu, kesuksesan yang diraih, kegaduhan politik, pembiaran radikalisme serta faktor-faktor sederhana tetapi menjadi fundamental setelahnya. Sehingga mengakibatkan kerusuhan dan keterancaman hidup berbangsa dan bernegara. tidak menjadi pembelajaran berharga bagi bangsa ini. hanya terukir mesra dilembar buku sejarah. Malulah kita, manusia. Pada seokar binatang yang tidak mau membuat kesalahan yang sama.
Dimasa orde lama. Pemimpin negeri ini tidak mengenal kata kompromi dengan bangsa-bangsa asing yang merusak kedaulatan bangsa lain. Negeri ini Berdikari sehingga mampu membuat dan memimpin gerakan baru untuk menentang gerakan negara penguasa dunia saat itu. tetapi bangsa ini membuat kesalahannya. dengan terjun bebas keruang politik sehingga kesejahteraan rakyat terabaikan.
Dimasa orde baru. Indonesia membentuk Trilogi Pembangunan. Perekonomian Meningkat, kesejahteraan mulai dirasakan. Swasembedaya panganpun menjadi andalan. Indonesia bergerak dari oposi politik negara penguasa dunia ke-kerjasama perekonomian antar negara tanpa batas. Kesalahan dimasa orde baru adalah ketidak-adanya kebebasan, hukum menjadi alat kepentingan penguasa dan Intimidasi partai politik didalam negeri yang mengancam perjalanan demokrasi.
Tidak dipungkiri. Gerakan radikalisme bergejolak sesuai posisioning dimasing-masing orde tersebut. Diorde soekarno, komunisme memperlihatkan kebringasannya yang hendak menjadikan negeri ini tidak bertuhan. Lain lubuk lain ikan. Diorde suharto. Gejolak radikalisme senyap-senyap karna tidak adanya kebebasan tetapi gerakannya menyebar dan meluas kefikiran-fikaran rakyat indonesia yang berupa ideologi exstrim.
Dari perjalanan sejarah negara indonesia yang luar biasa. Patutunya, bangsa indonesia belajar dengan baik dari sejarah bangsanya sendiri dan tentunya dapat membuat kebijakan dan strategi dalam dan luar negeri yang luar biasa pula. Tidak mengabaikan kesalahan-kesalahan dimasa lampau dan atau melahirkan kesuksesan-kesuksesan baru seperti dulu yang pernah diraih.
Namun. Miris bila dirasakan. Melihat keadaan bangsa indonesia saat ini. Kesalahan-kesalahan dimasa lampau terulang kembali dimasa sekarang, kesuksesan-kesuksesan yang dirah tidak dipelajari kembali untuk bagaimana mewujudkannya.
Dibidang perekonomian. Saat ini indonesia terpuruk. Kurs Rupiah Anjlok, Neraca Perdagangan defisit. Lebih mirisnya lagi bahan-bahan pokok yang beredar didalam negeri rata-rata semuanya Impor. Sebut saja. Singkong, Bawang merah, kentang, beras dan sebagainya.
Bukankah indonesia pernah swasembedaya pangan, bukankah indonesia segempal surga. Tongkat, kayu ditanam, tumbuh. Dengan kesuburan tanah, wilayah yang luas dan sejarah bangsa yang luar biasa. Memang miris dirasakan.
Dibidang politik. Kegaduhan antar elit politik tersiar setiap harinya, intervensi penguasa terhadap partai politik saat ini menjadi perbincangan yang tidak ada akhirnya. Belum lagi gerakan radikalisme ekstrim kanan dan kiri yang cendrung dibiarkan saja. Gamang bila dikatakan. Kerusuhan hebat pasti akan terulang kembali dinegeri ini.
Dibidang agama dan adat istiadat. Sebenarnya negeri ini adalah negeri toleransi. hidup berdampingan antar agama, beda suku, ras dan adat istiadat bukanlah menjadi penghalang tetapi pembersatu. Konflik yang mengatas-namakan agama diposo, Ambon maluku dan yang baru-baru ini Tolikara, papua. hanyalah ulah segelintir oknum yang mengambil keuntungan dari kerusuhan tersebut dengan mengatasnamakan agama. Jika benar, berarti bangsa indonesia samasekali tidak belajar dari sejarah mengapa indonesia memploklamirkan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda namun tetap satu.
Dibidang hukum. Bila dimasa orde baru hukum sulit menjama Politisi dan kerabat pemerintahan tetapi tetap adil dengan rakyat biasa. Dizaman sekarang hukum menjadi sebuah momok bagi rakyat biasa karna hukum pada saat ini disebut-sebut runcing kebawah tumpul keatas. benarlah kata Marjinal dalam lagunya “Hukum Rimba” Maling-maling kecil diadili maling-maling besar dilindungi.
Dalam membuat kebijakan. Dimasa orde lama. Berdikari menjadi tumpuan. orde lama berganti. Orde baru membuat terobosan baru yang disebut dengan Trilogi Pembangunan. Seperti itulah seterusnya. Garis Besar haluan Negara (GBHN) yang dirancang sedemikan baik oleh SBY. Dibumi hanguskan ketika Jokowidodo menjadi Presiden dengan merombak GBHN baru sesuai Seleranya. Para cendikiawanpun berteriak-teriak GBHN Indonesia dirombak sehingga menjadi rancuh karna berintregasi langsung dengan Semangat Pembangunan Nasional.
Seperti itulah kondisi bangsa kita saat ini. Para petinggi negara tidak mau belajar dari sejarah. Lebih mengedepankan egonya masing-masing dengan mengabaikan peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan hidup berbangsa dan bernegara.
Malulahlah kita. Karna kesalahan-kesalahan kita hari ini sudah pernah kita alami. Tapi tetap saja kesalahan-kesalahan dahulu terlihat kembali saat ini. Sekali lagi malulah kita pada seekor binatang yang bernama Khemar yang tidak pernah mengulang-ulang Kesalahannya.
No comments:
Post a Comment