2015/07/22

Menulis mengangkat darjat




"kalau engkau bukan anak raja, dan engaku bukan anak Ulama besar maka menulislah. Imam AL-Ghazali”

Menulis adalah sebuah Proyeksi Hidup. Dengan menulis manusia dapat berbagi Inspirasi, Pengetahuan, Kritikal dan Menulis, mengangkat eksistensi manusia itu sendiri dari tangga dasar ketangga tertinggi kehidupan manusia.

Sebagai contoh, Asma Nadia. Terlahir dari keluarga Miskin. Tidak berpendidikan. Menjadikan Asma Nadia, seorang wanita yang tangguh dan berimpian tinggi.

Pernah suatu ketika. Dia dan kakaknya berada didepan toko buku. Dengan memakai sandal jepit dan pakaian rombeng ditubuhnya. Mereka, bersaksi. Kak, hari ini kita tidak mempunyai uang untuk membeli buku-buku tersebut tapi yakinlah, suatu saat nanti buku kita akan berjejeran ditoko-toko dan kita akan mempunyai banyak buku-buku.

Selang beberapa tahun kemudian. Berkat ketelatenannya dalam menulis. Asma Nadia melahirkan karya-karya yang laur biasa. Sebut saja; Emak ingin naik haji, Tanpa Jendela, Assalamualaikum Beijng, catatan hati bunda, Catatan Hati seorang Istri dan buku betseller Asma Nadia, lainnya. sudah difilm dan disinetronkan.

Bukankah Tuhan, mengangkat derjatnya. Asma Nadia dan Keluarganya lebih dihargai dan dicintai dari sebelumnya. Tangannya ringan untuk berbagi, kedatangannya diacara talkshow dan seminar kepenulisan disambut dengan meriah, buku-bukunya selalu ditunggu-tunggu pembaca. Inspirasinya tulus dari hati, pengetahuannya luas tak terbatas, pengalaman dan ilmunya menjadi cahaya untuk pemimpi-pemimpi muda.

‘’Apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan, Apakah artinya berfikir, bila terpisah dari masalah kehidupan. Ws. Rendra’’. Mungkin, penyair sebatang lisong tersebut ada benarnya. Euforia Fedback kepenulisan, Estelase-estelase kenikmatan kepenulisan dan Aktivitas-Aktivitas berbagi ilmu kepenulisan tidak membuat Asma Nadia buta terhadap apa yang terjadi dilingkungan dan birokrasi kenegaraan.

Asma Nadia juga aktif mengkritik pemerintahan melalui tulisan dikoran-koran dan media sosial. Baik tentang korupsi, kinerja pemerintah, kerusakan ekologi dan sebagainya. Dia tidak gentar menyampaikan keresahan dan kesalahan yang dilakukan pemerintah. Meskipun pernah ditekan tapi dia tidak takut dan mala semakin dicintai penggemarnya.

Sebagai penutup menulislah, menulislah dan menulislah. Tidak akan pernah engkau rasakan kenikmatan Hidup jika engkau tidak pernah mencoba untuk belajar menulis karna menulis mengangkat darjat seseorang. Menulislah.....

No comments:

Post a Comment