2015/08/27

Resume "Moga Bunda disayang Allah"




 “Gelap ! Melati hanya melihat gelap.
 
Hitam. Kosong. Tak ada warna…..
Senyap! Melati hanya mendengar Senyap.

Sepi. Sendiri. Tak ada nada…..”

Cuplikan kata sederhana tapi menarik, dikulit belakang novel “Moga Bunda disayang Allah” hanya sepercik dari pancaran keindahan isi buku

Melati, seorang gadis kecil berusia enam tahun. hidup dikeluarga terhormat, kaya. lebih dari itu. ayahnya, tuan HK dan Bundanya sangat mencintai dan menyayanginya walaupun melati memiliki keterbatasan seperti tidak bisa melihat, buta. tidak bisa mendengar, tuli. dan tidak bisa bicara, bisu.

Sehingga melati tidaklah mengenal dunia. bahkan Sendok, garpu, piring yang dilemparnya tiap kali makan pada saat mengamuk tidak dikenalnya. Lebih menyedihkan lagi, melati tidak  mengenal apa itu Bunda dan Ayah.

Betapa menyedih dan menyakitkan takdir yang menimpa keluarga kaya raya tersebut. dokter dari penjuru duniapun tidak mampu menyembuhkan melati. Sampai akhirnya. Bunda melati memintak bantuan kepada seorang lelaki yang bernama karang. rambutnya gondrong, kulit hitam, mabuk-mabukan. Singkat cerita bunda menemuinya tapi mala dicaci maki oleh karang, diusir dari rumah. Bunda meneteskan air mata. Bunda,pulang kerumahnya.

Keesokan paginya. Keluarga HK terkejut melihat karang yang tiba-tiba datang kerumah. Karang berubah fikiran. ia ingin membantu melati mengenalkan dunia. sontak, bunda terharu melihat kedatangannya.

tepat dimeja makan. Karang melihat melati seperti orang gila. Mengacak-ngacak sarapan pagi dengan tangannya, mata hitam berkeliaran bak buah leci hitam yang diterbangankan angin puting beliung.

Waktu berlalu. Melatipun tidak ada perkembanganya. masih tidak mengenal dunia, tidak bisa melihat, tuli dan bisu. seiring usaha yang dilakukan karang, konflik dengan tuan HKpun tidak dapat dihindarkan.

Karang diusir dari rumah. Namun bunda melati masih menyimpan harapan dengan karang. harapan itu terealisasikan ketika tuan HK berkunjung keluar negeri untuk membahas kerjasama perusahaannya.

3 minggu. Itulah waktu tambahan yang dimiliki karang. karang yang dulunya seorang lelaki yang menyayangi dan membantu anak-anak jalanan, yatim piatu, kurang beruntung, memiliki keterbatasan namun berubah semenjak 3 tahun ini karna kecelakaan kapal laut dan menewaskan belasan anak-anak yang dicintainya. Semenjak itu hidupnya berubah dratis, mabuk-mabukan, tidak mendatangi taman bacanya untuk anak-anak, pulang malam, pembangkang dan melati adalah anak pertama yang dibantunya sejak kejadian 3 tahun yang lalu.

Mengenai melati. Mulanya ia dapat melihat, mendengar dan berbicara. tapi semua itu berubah saat kepalanya ditindih oleh piring terbang saat berlibur bersama Tuan HK dan Bundanya dipantai. Itulah mengapa karang sangat berharap dapat menyembuhkan melati karna melati tidak terbatas seperti itu. ia hanya tidak menemukan jalan untuk mengembalikan semua panca indranya yang hilang.

3 minggu kurang sehari. Itu tandanya, besok. Tuan HK pulang kerumah. Sesuai perjanjian dengan bunda. karang harus hengkang dari rumah sebelum Tuan HK pulang karna memang Tuan HK telah mengusir karang dan Bunda merahasiakan kepada Tuan HK bahwa karang dirumah untuk membantu menyembuhkan Melati. Namun sampai hari ini melati tidak kunjung sembuh.

Tepat pagi itu. Tuan HK datang kerumah. dia mempercepat kepulangannya satu hari sebelumnya untuk memberikan Surpise kepada Bunda. Na’as. Itulah yang terjadi. Bunda kaget. Tiba-tiba suaminya, tuan HK. Sudah berdiri didepan pintu. Karang yang sedang sarapanpun ikut tercengan begitu juga pembantu dirumah yang ikut merahasikan.

Tuan HK marah besar, konflik tidak akan terhindarkan lagi. diluar, turun hujan. Melati yang duduk dikursi makan paling ujung meraba-raba keluar. Tuan Hk menghampiri karang dan hendak memukuli. Seketika bunda kaget. bukan hanya karna adu jantan yang akan terjadi dirumahnya tapi karna melati yang tidak ada ditempat duduknya.

Semuapun kebingungan. Melati tidak ada. Karang menuju keluar diikuti oleh Bunda dan Tuan Hk. Barang kali melati meraba-raba keluar. Tidak salah melati diluar. Dibawah hujan. Tubuhnya basah kuyub tapi melati tersenyum merasakan karunia tuhan. Karang menghampiri melati dan memeluknya. Suara lirih dari mulut meleti mulai terdengar. Karang menuliskan ditangan melati kata HUJAN dengan jari. HUJAN, karang mengulanginya dengan suara. Melati mengikutinya. Huu-Jaan. Mendengar itu. Sontak tuan HK dan Bunda berlari menuju melati dan karang. mereka tidak percaya mendengarnya. Melati mulai bisa bicara dan memahami disekitarnya, kehidupan.

Bunda, karang mengajari melati mengucapkannya. Ayah, daun, bunga dan sebagainya. marahnya tuan HK pun reda. Sejak kejadian itu melati mulai diilhamkan karunian-Nya kembali.

Singkat cerita, bersambung !!

Baca Bukunya. Kisah cinta karangpun sangat menarik didalamnya. Belum lagi tentang Qintan, Alur cerita yang menarik dan sebagainya. selamat membaca.

No comments:

Post a Comment