“Gelap ! Melati hanya
melihat gelap.
Hitam. Kosong. Tak ada
warna…..
Senyap! Melati hanya
mendengar Senyap.
Sepi. Sendiri. Tak ada
nada…..”
Cuplikan
kata sederhana tapi menarik, dikulit belakang novel “Moga Bunda disayang Allah”
hanya sepercik dari pancaran keindahan isi buku
Melati,
seorang gadis kecil berusia enam tahun. hidup dikeluarga terhormat, kaya. lebih
dari itu. ayahnya, tuan HK dan Bundanya sangat mencintai dan menyayanginya
walaupun melati memiliki keterbatasan seperti tidak bisa melihat, buta. tidak
bisa mendengar, tuli. dan tidak bisa bicara, bisu.
Sehingga
melati tidaklah mengenal dunia. bahkan Sendok, garpu, piring yang dilemparnya
tiap kali makan pada saat mengamuk tidak dikenalnya. Lebih menyedihkan lagi,
melati tidak mengenal apa itu Bunda dan
Ayah.
Betapa
menyedih dan menyakitkan takdir yang menimpa keluarga kaya raya tersebut.
dokter dari penjuru duniapun tidak mampu menyembuhkan melati. Sampai akhirnya.
Bunda melati memintak bantuan kepada seorang lelaki yang bernama karang.
rambutnya gondrong, kulit hitam, mabuk-mabukan. Singkat cerita bunda menemuinya
tapi mala dicaci maki oleh karang, diusir dari rumah. Bunda meneteskan air
mata. Bunda,pulang kerumahnya.
Keesokan
paginya. Keluarga HK terkejut melihat karang yang tiba-tiba datang kerumah.
Karang berubah fikiran. ia ingin membantu melati mengenalkan dunia. sontak,
bunda terharu melihat kedatangannya.
tepat
dimeja makan. Karang melihat melati seperti orang gila. Mengacak-ngacak sarapan
pagi dengan tangannya, mata hitam berkeliaran bak buah leci hitam yang diterbangankan
angin puting beliung.
Waktu
berlalu. Melatipun tidak ada perkembanganya. masih tidak mengenal dunia, tidak
bisa melihat, tuli dan bisu. seiring usaha yang dilakukan karang, konflik
dengan tuan HKpun tidak dapat dihindarkan.
Karang
diusir dari rumah. Namun bunda melati masih menyimpan harapan dengan karang.
harapan itu terealisasikan ketika tuan HK berkunjung keluar negeri untuk
membahas kerjasama perusahaannya.
3
minggu. Itulah waktu tambahan yang dimiliki karang. karang yang dulunya seorang
lelaki yang menyayangi dan membantu anak-anak jalanan, yatim piatu, kurang
beruntung, memiliki keterbatasan namun berubah semenjak 3 tahun ini karna
kecelakaan kapal laut dan menewaskan belasan anak-anak yang dicintainya.
Semenjak itu hidupnya berubah dratis, mabuk-mabukan, tidak mendatangi taman
bacanya untuk anak-anak, pulang malam, pembangkang dan melati adalah anak pertama
yang dibantunya sejak kejadian 3 tahun yang lalu.
Mengenai
melati. Mulanya ia dapat melihat, mendengar dan berbicara. tapi semua itu
berubah saat kepalanya ditindih oleh piring terbang saat berlibur bersama Tuan
HK dan Bundanya dipantai. Itulah mengapa karang sangat berharap dapat
menyembuhkan melati karna melati tidak terbatas seperti itu. ia hanya tidak
menemukan jalan untuk mengembalikan semua panca indranya yang hilang.
3
minggu kurang sehari. Itu tandanya, besok. Tuan HK pulang kerumah. Sesuai
perjanjian dengan bunda. karang harus hengkang dari rumah sebelum Tuan HK
pulang karna memang Tuan HK telah mengusir karang dan Bunda merahasiakan kepada
Tuan HK bahwa karang dirumah untuk membantu menyembuhkan Melati. Namun sampai
hari ini melati tidak kunjung sembuh.
Tepat
pagi itu. Tuan HK datang kerumah. dia mempercepat kepulangannya satu hari sebelumnya
untuk memberikan Surpise kepada Bunda. Na’as. Itulah yang terjadi. Bunda kaget.
Tiba-tiba suaminya, tuan HK. Sudah berdiri didepan pintu. Karang yang sedang
sarapanpun ikut tercengan begitu juga pembantu dirumah yang ikut merahasikan.
Tuan
HK marah besar, konflik tidak akan terhindarkan lagi. diluar, turun hujan.
Melati yang duduk dikursi makan paling ujung meraba-raba keluar. Tuan Hk menghampiri
karang dan hendak memukuli. Seketika bunda kaget. bukan hanya karna adu jantan
yang akan terjadi dirumahnya tapi karna melati yang tidak ada ditempat
duduknya.
Semuapun
kebingungan. Melati tidak ada. Karang menuju keluar diikuti oleh Bunda dan Tuan
Hk. Barang kali melati meraba-raba keluar. Tidak salah melati diluar. Dibawah
hujan. Tubuhnya basah kuyub tapi melati tersenyum merasakan karunia tuhan. Karang
menghampiri melati dan memeluknya. Suara lirih dari mulut meleti mulai
terdengar. Karang menuliskan ditangan melati kata HUJAN dengan jari. HUJAN,
karang mengulanginya dengan suara. Melati mengikutinya. Huu-Jaan. Mendengar
itu. Sontak tuan HK dan Bunda berlari menuju melati dan karang. mereka tidak
percaya mendengarnya. Melati mulai bisa bicara dan memahami disekitarnya,
kehidupan.
Bunda,
karang mengajari melati mengucapkannya. Ayah, daun, bunga dan sebagainya.
marahnya tuan HK pun reda. Sejak kejadian itu melati mulai diilhamkan karunian-Nya
kembali.
Singkat
cerita, bersambung !!
Baca
Bukunya. Kisah cinta karangpun sangat menarik didalamnya. Belum lagi tentang
Qintan, Alur cerita yang menarik dan sebagainya. selamat membaca.

No comments:
Post a Comment