2015/09/08

Sungai Kehidupan



Ibarat Sungai, hidup didunia juga mempunyai hulu yaitu kelahiran dan terus mengalir sampai kehilir yang disebut kematian untuk kemudian melanjutkan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan sesuai tahapan yang tentunya bukan didunia lagi melainkan alam lain.

Dalam perjalanan mengaliri diri kesungai kehidupan pasti ada saat-saat mudah dan sulitnya, deras dan tenangnya, tantangan dan resiko yang dihadapi bahkan ada yang tersangkut ditepi sungai ataupun menyangkutkan diri karna lelah dengan hiruk pikuk arus sungai kehidupan. namun ada juga yang terus mengaliri dirinya walaupun terhempas batu karang, lelah dan banyak menanggung beban.

Pertanyaannya. apakah hidup sekedar mengalir, asalkan sampai kehilir sungai, sudah. tidak sampaipun tidak apa-apa.

Heraklitos, filsuf Yunani pernah mengatakan Panta rei,  yang berarti segala sesuatu yang ada disemesta tidak ada yang diam. semuanya bergerak. Hidup ini pun selalu bergerak bagaikan arus sungai.

Bergerak dan mengalir tidaklah cukup walaupun tersangkut diarus kehidupan adalah sebuah pembangkangan terhadap pencipta. Mengaliri diri haruslah memberikan manfaat sepanjang aliran. Menyuburkan pepohonan disampingnya dengan keihklasan, berbagi dengan kerendahan hati seperti air mengalir ketempat yang rendah sampai diri berkesan bagi makhluk-makhluk hidup disepanjang aliran sungai kehidupan.

Selanjutnya. bagaimana agar diri ini tidak tersangkut ataupun tidak menyangkutkan diri disekitar aliran sungai.

Sepanjang mengikuti aliran sungai kehidupan. manusia akan semakin dewasa. Dapat menentukan mana yang baik dan yang tidak baik. mengambil pelajaran dari sejarah maupun dapat mempelajari imbalan-imbalan kebaikan yang diraih dikemudian hari. dan yang terpenting mengaplikasikan ketentuan-ketentuan yang ada dikompas kehidupan sebagai tata cara mengaliri diri agar sampai, taat dan bermanfaat hingga berada dihilir muara kehidupan.

No comments:

Post a Comment