Ibarat Sungai, hidup
didunia juga mempunyai hulu yaitu kelahiran dan terus mengalir sampai kehilir
yang disebut kematian untuk kemudian melanjutkan ketentuan-ketentuan yang
ditetapkan sesuai tahapan yang tentunya bukan didunia lagi melainkan alam lain.
Dalam perjalanan
mengaliri diri kesungai kehidupan pasti ada saat-saat mudah dan sulitnya, deras
dan tenangnya, tantangan dan resiko yang dihadapi bahkan ada yang tersangkut
ditepi sungai ataupun menyangkutkan diri karna lelah dengan hiruk pikuk arus
sungai kehidupan. namun ada juga yang terus mengaliri dirinya walaupun
terhempas batu karang, lelah dan banyak menanggung beban.
Pertanyaannya.
apakah hidup sekedar mengalir, asalkan sampai kehilir sungai, sudah. tidak
sampaipun tidak apa-apa.
Heraklitos,
filsuf Yunani pernah mengatakan Panta rei, yang berarti segala sesuatu yang ada disemesta
tidak ada yang diam. semuanya bergerak. Hidup ini pun selalu bergerak bagaikan
arus sungai.
Bergerak dan
mengalir tidaklah cukup walaupun tersangkut diarus kehidupan adalah sebuah
pembangkangan terhadap pencipta. Mengaliri diri haruslah memberikan manfaat
sepanjang aliran. Menyuburkan pepohonan disampingnya dengan keihklasan, berbagi
dengan kerendahan hati seperti air mengalir ketempat yang rendah sampai diri
berkesan bagi makhluk-makhluk hidup disepanjang aliran sungai kehidupan.
Selanjutnya.
bagaimana agar diri ini tidak tersangkut ataupun tidak menyangkutkan diri
disekitar aliran sungai.
Sepanjang mengikuti
aliran sungai kehidupan. manusia akan semakin dewasa. Dapat menentukan mana
yang baik dan yang tidak baik. mengambil pelajaran dari sejarah maupun dapat
mempelajari imbalan-imbalan kebaikan yang diraih dikemudian hari. dan yang
terpenting mengaplikasikan ketentuan-ketentuan yang ada dikompas kehidupan
sebagai tata cara mengaliri diri agar sampai, taat dan bermanfaat hingga
berada dihilir muara kehidupan.

No comments:
Post a Comment