Di
Peru Daily Mail, Amerika Latin. Ada sebuah tembok sepanjang sepuluh km
dengan tinggi lebih dari empat meter serta dilengkapi dengan kawat
berduri. Layaknya Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Timur dan Jerman
Barat. Tembok Berlin Peru juga memisakan sebuah wilayah. Bedanya, Tembok
Berlin Jerman dibangun sebagai Anti-Fasis seperti klaim Jerman Timur.
Sedangkan Tembok Berlin Peru dibangun sebagai pemisah kaum miskin di
kawasan Vista Hermosa dengan kawasan Las Casuarinas yang didiami orang
kaya.
Gedung, rumah dan fasilitas di kawasan Las Casuarinas serba
mewah dan bernilai Jutaan dollar. Kawasan ini ditempati oleh
konglomerat, birokrat dan sebagainya yang memiliki pendapatan diatas
rata-rata. sedangkan dikawasan sebelahnya, Vista Hermosa. ditempati oleh
kaum buruh dan petani. tempatnya kumuh dan gersang. Sangat berbeda
dengan wilayah yang berada di sebelahnya. padahal mereka berada dalam
satu kota dan satu wilayah negara yaitu peru. seperti itulah lanskap
kehidupan disalahsatu negara Amerika Latin tersebut.
Bergeser
sedikit. Abraham Maslow, pelopor psikologi Humanistik dari Amerika
Serikat pernah mengemukan sebuah teori yang kini dikenal sebagai teori
Hierarki Maslow. Teori yang juga penulis pelajari dijurusan Manajemen,
Konsentrasi Sumber daya manusia ini. memiliki lima tahapan kebutuhan
manusia yang terdiri-dari physiological, Sefety, Social, Esteem dan Self
Actualisation sebagai tahapan kebutuhan manusia yang tertinggi.
Physiological sebagai kebutuhan pertama manusia adalah sebuah kebutuhan
fisik seperti kebutuhan makan, sex dan seterusnya. Namun seiring
kebutuhan dan perkembangan zaman. Tangga Hierarki Maslow mulai tidak
relevan. Karna ada beberapa posisi sudah mulai tertukar seperti
kebutuhan sosial yang sebelumnya menempati posisi ketiga berpindah
keposisi pertama, menggantikan posisi Physiological.
Itu semua
dapat ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
seperti Gandget. Bisa dikatakan saat ini semua orang sudah memiliki
Gadget atau Android dengan berbagai fitur aplikasi media sosial. sebut
saja BBM, Line, instagram, BeeTalk, Facebook, Twiter dan sebagainya yang
dengan itu semua mereka dapat mencurahkan apa yang diinginkan,
diperbuat dan sedang dilakukan.
Sebagai contoh seseorang ingin
makan. mereka mengambil momentnya dulu, memotrek makanan yang ada
dihadapanya untuk kemudian meng-uploand kemedia sosial pribadi yang
dinikmati publik. Mereka tidak lagi memenuhi kebutuhan Physiologicalnya
untuk makan terlebih dahulu tetapi mereka ingin mengabadikan apa yang
sedang dan akan yang dilakukannya. Itulah yang disebut dengan kebutuhan
sosial. kebutuhan yang menuntut seseorang untuk menunjukan bahwa diri
nya ada. layak diperhatikan, ingin disayang, ingin mendapatkan tanggapan
dan sebagainya.
Namun apabila itu semua berlanjut pada suatu
sikap meyakini segala sesuatu yang eksis dimedia sosial mesti di tiru
dan dilakukan. maka itulah yang disebut dengan kekinian. Kekinian itu
melebihi kebutuhan sosial yang sewajarnya. Itulah sebabnya ada yang
mengatakan bahwa seseorang yang kekinian itu terindikasi ganguan
psikologis.
Kalau itu semua ada pada diri kita, bangunlah tembok
seperti yang ada di peru yang memisahkan antara yang kaya dan yang
miskin. Tapi tembok yang dibangun pada diri kita bukanlah untuk
memishakan status sosial seseorang karna selain dikenal sebagai tembok
berlin peru, tembok tersebut juga dikenal sebagai, wall of shame,
Dinding rasa malu.
Bangunlah dinding rasa malu itu agar kita
melakukan suatu kebutuhan sosial dengan sewajarnya. Tidak berlebihan,
apalagi sok narsis terus menerus.

No comments:
Post a Comment