2016/05/17
MAHASISWA DAN POLITIK (II)
Jika seperti itu yang terjadi maka tunggulah kehancuran pada bangsanya. Promodya Ananta Toor mengatakan “Sejarah dunia adalah sejarah anak muda. Jika anak muda mati rasa maka matilah sejarah bangsanya”. Sedangkan Anies Baswedan mengatakan “Anak muda memang minim pengalaman, karna itu ia tak tawarkan masa lalu, anak muda menawarkan masa depan”.
konotasi negatif tentang politik dikalangan mahasiswa memang sudah merajalela tetapi masih ada dan tetap akan terus ada mahasiswa yang peduli terhadap perkembangan politik dan kepemimpinan di tanah air. masih ada mahasiswa yang aktivitasnya dicurahkan untuk berorganisasi, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan membangun semangat perbaikan negeri. masih ada mahasiswa yang rela meninggalkan aktivitas diruang kelas untuk dapat turun kejalanan, menyampaikan aspirasi rakyat. masih ada mahasiswa yang rela mencurahkan waktunya ditengah-tengah masyarakat, membantu masyarakat. dan masih ada mahasiswa yang mau menyelenggarakan pencerdasan politik diantara kita meskipun tanpa imbalan melainkan dengan kemauan, keringat dan fikiran. Masih ada dan akan tetap terus ada. Inilah modal terbesar kemajuan suatu bangsa. Signifikan atau tidaknya kemajuan itu, anak muda lah yang menentukannya.
Mahasiswa atau pemuda seperti Tan Malaka yang konsisten berjuang meski terusir dari tanah Airnya, dikejar-kejar agen rahasia dunia, berkelana di 11 negara selama 20 tahun tidak akan berakhir. masih akan tetap ada pemuda yang memperjuangkan bangsanya tanpa mengenal lelah. seperti rekannya, Soekarno yang terus berjuang mengangkat martabat bangsanya, bercita-cita besar, rela dipenjara, mengobarkan semangat bangsanya, membangun optimisme, tidak akan berakhir pemuda seperti mereka. Seperti Bung Tomo, Bung Hatta, Ahmad Dahlan, Sutan Syahril, Mohammad Natsir. Mereka tetap akan ada dan tetap akan lahir dari rahim bangsa ini.
Di dunia Internasionalpun kita mengenal pemuda-pemuda pemberani seperti Nelson Mandela, Badiuzaman Said Nursi, Mahathir Gandhi, Hasan Al Bana, Aung Sang Suki dan seterusnya. Kini, kita mengenang mereka sebagai tokoh, orang-orang yang bermanfaat, Penebar Inspirasi, Berani. Mereka tetap akan ada, baik dibangsa kita maupun didunia Internasional. Pertanyaannya maukah kita menjadi bagian dari mereka?
Namun sebelum itu, bila kita cermati hari ini. Perjuangan dan tantangan Pemuda atau mahasiswa mengalami pergeseran. Bukan lagi melawan penjajahan, mendirikan negara, membentuk kedaulatan tetapi lihatlah pemuda seperti apa yang dibutuhkan saat ini yaitu mereka yang ahlli dibidangnya masing-masing.
Ketiklah di Ceyboard. Searching sepuluh pemuda atau mahasiswa yang berpengaruh didunia saat ini maka akan keluar nama-nama seperti Marck Zuckerberg, pencipta Facebook. Bill Gates, penemu Microsoft. Lerry Page, pembuat Google. Nelson Tansu, pakar teknologi Nano dan seterusnya akan keluar nama-nama mereka yang ahli dibidangnya masing-masing. baik dibidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Sastra, Hukum, Seniman, Politik maupun Entrepreneur yang mampu menopang kemajuan bangsa dan negaranya.
Dibalik pergeseran itu ada persamaan yang tidak akan terpisahkan yaitu semangat, jatuh dan mau bangkit kembali. Berjiwa besar, Berfikir Besar, Berani, Keluar dari Comport Zone dan sebelum kita melanjutkan ke Mahasiswa dan Politik, ada baiknya kita Jeddah sebentar.
(BERSAMBUNG)
Labels:
Tulisan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment