“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy yaitu kebiasaan mereka berpergian pada musim dingin dan musim panas maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik Ka'bah yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan” (Qs Al-Quraisy). kemana orang-orang Quraisy berlayar dan berpergian. Ketimur, Kebarat? Untuk mencari rezeki, Berdagang, Berdakwah? “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Al-Qur`ân) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri”. (Qs: An-Nahl:16-89).
Boleh jadi mereka berpergian dan berlayar menuju Indonesia. Meniti padang pasir, mengarungi ombak, melewati samudra hingga sampai di kota Barus, Sumatra Utara. Mengapa sampai dikota Barus karna Barus yang dikenal dengan nama Fansur oleh orang Arab-Persia sudah menjadi pusat perkebunan rempah yang berkualitas terkhusus kapur barus sebagai komoditi utama. Kapur Barus Farsur dikenal harum dan mewangi. Biasanya orang-orang Arab-Persia menggunakan kapur ini untuk bahan utama pengobatan tradisional.
Setelah islam datang mungkinkah mereka cuma berdagang saja disana tanpa berdakwah tentu tidak, islam adalah agama dakwah. Ditemukannya makam Syekh Mahmud Fil Hadratul Maut, Seorang sahabat nabi serta beberapa makam lainnya yang diperkirakan bertahrikhkan pada tahun 34 H menandakan bahwa ulama sekeliber Syekh Mahmud Fil Hadratul Maut tidak mungkin tidak membawa misi dakwah kesuatu wilayah yang dikunjunginya dan ditemukannya makam ini membantahkan teori Snouck Hurgronje seorang orientalis yang berpura-pura menjadi muslim yang berdali bahwa islam masuk keindonesia pada abad ke13. Menarik memang.
Dan atau tentang kerajaan kalingga di jawatimur-jawatengah yang dipimpin oleh ratu simo yang sudah mengenal islam pada tahun 51 H karna pada massanya orang-orang islam sudah sampai disana. Menarik memang tetapi penulis tidak akan meneruskannya karna semuanya sudah dikupas tuntas oleh Buy Hamka dalam Pembendaharaan Kata.
Bangsa Melayu Tua di Minanga Tamwan, Candi Muara Takus pada massa Rasulullah sudah dikenal dengan nama Zabak, Negeri yang dikenal dengan adat dan Budhanya. Berdasarkan teori makkah dan cina dalam buku Adat Jati Kampar menerangkan bahwa Saaf Bin Warkas sudah menginjakkan kakinya di Minanga Tamwan. Catatan Cina, Catatan I-Tsing mengungkapkan bahwa beliau pernah belajar agama budha selama enam purnama dicandi muara takus pada abad ketujuh masehi. Pada masa itu islam sudah mulai dikenal di Minanga Tamwan.
Sebagai pengaruh islam di Minanga Tamwan terbentuklah istilah “Tali Nan Bapilin Tigo - Tigo Tungku Sejarangan” yang terdiri-dari Adat, Pemerintah dan Agama yang masih terwarisi sampai sekarang.
Negeri Minanga Tamwan atau Negeri Zabak atau Negeri Andiko 44 sudah diterangi cahaya islam pada 687 Masehi. Jikalau dirunut dengan wahyu pertama turun 622 Masehi maka 65 tahun setelah Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama, Islam sudah sampai kesalahsatu sudut bumi terjauh dari jazirah arab yaitu di Candi Muara Takus, Sekian.
Nb Gambar: https://candi1001.blogspot.co.id

No comments:
Post a Comment